::: Pacitan News Online :::
 
 
 
  Mon, 6 September 2010
 
 

Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

September, 2010

Agustus, 2010

Juli, 2010

Juni, 2010

Mei, 2010

April, 2010

Maret, 2010

Februari, 2010

Januari, 2010

Desember, 2009

November, 2009

Oktober, 2009


Disponsori oleh :




Halaman Berita





[ 03/11/2009, 14:17 WIB ]
Pemkab Pacitan Beri Ijin Pendirian Stasiun Pengisian Gas (SPBE)


 
Kekhawatiran sebagian masyarakat Pacitan akan ketersediaan gas elpiji isi 3 kg pasca pemberlakuan konversi minyak ke gas  terjawab sudah. Dalam waktu dekat dua stasiun pengisian gas akan didirikan di Pacitan, sehingga diharapkan distribusi akan lancar. Ijin pendirian dua stasiaun pengisi gas itu saat ini telah memasuki tahap proses. Demikian ditegaskan bupati Pacitan H. Suyono, dalam sarasehan bersama warga desa Kemuning Kecamatan Tegalombo saat acara Tilik Warga   Gerbang Emas Terpadu Selasa (03/09)
Penegasan bupati ini sekaligus menjawab pertanyaan salah seorang warga, yang mengaku mulai kesulitan mendapatkan minyak tanah akibat pengurangan subsidi minyak tanah pasca konversi. Masyarakat sendiri diimbau untuk segera menyesuaikan program baru tersebut, sehingga dapat segera beralih menggunakan bahan bakar yang lebih murah.

Acara Tilik Warga Gerbang Emas Terpadu ini sendiri masuk putaran kedua,  setelah dalam pelaksanaan sebelumnya bergilir di 12 kecamatan. Hanya saja dalam pelaksanaan kali ini  bupati dan rombongan tidak sampai menginap namun hanya sehari saja. Momen berharga ini tentunya tidak disia-siakan masyarakat desa Kemuning. Berbagai pertanyaan, keluhan hingga permohonan bantuan silih berganti diungkapkan warga .

Salah satu yang menjadi perhatian bupati adalah usualan warga terkait penyempurnaan infrastruktur jalan antar kecamatan yang menghubungkan Tegalombo-Kemuning-Bandar. Jalur yang setiap tahun digunakan untuk agenda napak tilas Jenderal Soedirman oleh AKMIL itu, saat ini kondisinya belum sempurna.  Dari panjang keseluruhan 13 km, 1.900 km sudah aspal bagus. 5.600 km baru aspal curah sedangkan sisanya belum ada pengerasan. Wraga juga minta dibuatkan jembatan, karena jalur tersebut melewati sungai yang bisa meluap jika musim penghujan tiba. Menanggapai keluhan warga, bupati menyatakan, akan terus mengupayakan melalui APBD. Menurut bupati, jalan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan karena tiap tahun dilalui para taruna AKMil untuk napak tilas, namun juga menjadi akses perokonomian masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu pula diserahkan sejumlah bantuan kepada warga, kelompak masyarakat dan sejumlah organisasi di desa Kemuning. Selain sarasehan, Tilik Warga Gerbang Emas Terpadu juga diisi kegiatan lain, seperti kerja bakti, Pasar murah, pengobatan gratis, layanan administrasi kependudukan serta hiburan. Agenda ini dilaksanakan sebulan sekali bergilir di 12 kecamatan.

 
 
 
Powered by PDE Pacitan © 2008, untuk pacitankab.go.id
Berita adalah properti kontributor, kami tidak bertanggung jawab atas isi berita yang ada dalam situs ini.
Situs ini kan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 X 768 dan di Browser IE 5+