Untitled Document
CARI BERITA |
 |
|
 |
ARSIP BERITA |
 |
September, 2010 Agustus, 2010 Juli, 2010 Juni, 2010 Mei, 2010 April, 2010 Maret, 2010 Februari, 2010 Januari, 2010 Desember, 2009 November, 2009 Oktober, 2009
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
|
Halaman Berita
[ 16/11/2009, 08:43 WIB ] Tiga Kecamatan Dinyatakan ODF
 |
| Paling lambat akhir tahun ini, tiga wilayah di Pacitan barat berstatus kecamatan open Devication free (ODF). Ketiganya adalah Kecamatan Pringkuku, Punung dan Donorojo. Sampai saat ini ditiga wilayah tersebut masih terdapat sekitar 5 persen masyarakat yang belum terverifikasi ODF | Menurut kepala Sub Dinas Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Pacitan Hendra Purwaka, khusus kecamatan pringkuku, semua wilayahnya sudah dinyatakan ODF. Sedangkan kecamatan Donorojo masih menyisakan satu desa begitu juga dengan kecamatan Punung sebanyak dua desa. Pihaknya optimis ketiga kecamatan yang dijadikan pilot project itu akan terbebas dari buang air besar sembarang tempat akhir tahun ini. Berbagai upaya pemicuan terus dilakukan, terutama pada kelompok masyarakat yang belum tersentuh ODF.
Diakui Hendra, memang butuh waktu lama untuk merubah pola pikir masyarakat. Dari proses pemicuan awal , verifikasi hingga monitoring membutuhkan waktu sedikitnya satu tahun. Baru pada tahun kedua hasilnya mulai bisa dirasakan.
Kedepan lanjut Hendra program serupa juga akan dikembangkan dikecamatan lain. Bahkan saat ini beberapa puskesmas wilayah, mulai melakukan penjajagan program sanitasi total berbasis masyarakat itu. Ditargetkan dalam dua tahun mendatang seluruh wilayah dikabupaten Pacitan dinyatakan ODF.
Kecamatan Pringkuku, Punung dan Donorojo mulai menjadi proyek percontohan sanitasi total dan pemasaran sanitasi (STOPs) pada tahun 2007.Selama dua tahun perjalanan berbagai tantangan dan persoalan mulai bermunculan. Terlebih wilayah Pacitan bagian barat merupakan daerah sulit air bersih dan rawan kekeringan. Dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan par kader untuk merubah kebiasaan masyarakat, dari BAB sembarangan menuju BAB yang saniter.
| | |
|