Untitled Document
CARI BERITA |
 |
|
 |
ARSIP BERITA |
 |
September, 2010 Agustus, 2010 Juli, 2010 Juni, 2010 Mei, 2010 April, 2010 Maret, 2010 Februari, 2010 Januari, 2010 Desember, 2009 November, 2009 Oktober, 2009
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
|
Halaman Berita
[ 02/02/2010, 16:11 WIB ] Gerbong Mutasi awal Tahun
 |
| Awal tahun 2010 gerbong mutasi dilingkup Pemerintah Daerah kembali bergulir. Sebanyak 50 pejabat dari berbagai eselon, Senin pagi dilantik bupati Pacitan Sujono. Selain mutasi, sebagian merupakan pejabat baru yang mendapatkan promosi | Dari deret nama, yang menjalani pergeseran diantaranya Hary Setyo Budiono yang sebelumnya menjabat kepala Balitbang dan Statistik beralih tugas menjadi Staf Ahli Bupati Pacitan bidang Kemasyrakatan dan Sumber Daya Manusia. Sementara tugas lamanya digantikan Dawamuri yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala kantor Diklat.
Begitu juga dengan posisi kepala Kantor Lingkungan Hidub. Joni Maryono yang sebelumnya menjabat sebagai kabid pemberdayan Sumber Daya Dinas Kesehatan Pacitan menggantikan posisi Bambang Supriyoko, karena harus menjalani tugas baru sebagai kepala dinas Tanaman Pangan dan Peternakan.
Dalam sambutanya Bupati Pacitan Suyono memberikan arahan tersendiri kepada Kepala Dinas tanaman pangan dan Peternakan yang baru. Diharapkan, selama kepemimpinanya nanti. mampu menghasilkan yang lebih baik, serta mempertahankan Pacitan Swasembada pangan. Khusus menyongsong kerjasama dengan salah satu investor yang akan mendirikan pabrik bioetanol di Pacitan, bupati minta seger ditindaklanjuti. Terutama, peningkatan produksi singkong petani, untuk pemenuhan bahan baku.
Terkait penugasan baru kepada Hary Setyo Budiono, sebagai staf ahli Bupati, Suyono mengaku keberdaanya kedepan diharapkan mampu merubah kinerja jabatan staf ahli yang selama ini peranya belum efektif. Terlebih dengan pengalaman yang dimilikinya selama menjabat diberbagai SKPD.
Lebih lanjut bupati mengatakan, Diera otonomi daerah, kerangka kebijakan organisasi telah diupayakan secara fisioner agar fungsi lembaga pemerintahan lebih optimal. Berbagai upaya formulasi kebijakan tidak cukup dilakukan beberapa lembaga teknis saja, namun juga menyesuikan dengan struktur organisasi yang lebih fleksibel.(Riz)
| | |
|