Untitled Document
CARI BERITA |
 |
|
 |
ARSIP BERITA |
 |
September, 2010 Agustus, 2010 Juli, 2010 Juni, 2010 Mei, 2010 April, 2010 Maret, 2010 Februari, 2010 Januari, 2010 Desember, 2009 November, 2009 Oktober, 2009
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
|
Halaman Berita
[ 03/02/2010, 15:43 WIB ] Perpustakaan Daerah Dengan Layanan Berbasis Tekhnologi
 |
| Ditengah gencarnya arus moderenisasi yang serba digital, minat baca masyarakat Pacitan ternyata masih cukup tinggi. Hal ini nampak dari keberadaan perpustakaan umum daerah yang sampai saat ini masih tetap eksis dan terus berkembang. Kendati tak lagi sebagai saran baca satu-satunya di Pacitan, namun keberadaan fasilitas milik pemerintah daerah itu tetap ramai pengunjung | Menurut kepala Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Pacitan M. Efendi, jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan umum daerah rata-rata 50 orang perhari, dari berbagai usia. Kebanyakan diantaranya, adalah mahasiswa yang ingin mencari bahan referensi untuk mengerjakan sekripsi.
Perbendaharaan buku-buku bacaan yang ada saat ini mencapai 30 ribu eksemplar. Dari jumlah itu 17 ribu diantaranya masuk buku baru bantuan dari pusat. Sedangkan sisanya koleksi lama yang akan dihibahkan ke desa-desa yang membutuhkan. Kedepan diharapkan, tiap desa bisa memiliki perpustakaan atau taman bacaan sendiri.
Guna pengembangan , tandas Efendi, perpustakaan umum daerah mulai tahun ini akan menerapkan sistem layanan berbasis teknologi. Untuk semua kegatan baik keluar masuk buku, pengarsipan judul buku hingga kartu pinjam bagi anggota tidak lagi menggunakan cara manual, namun menggunakan sistim komputer. Bukan hanya itu, untuk kenyamanan pengunjung, pihaknya telah memperluas ruang baca dengan menambah satu ruang lagi.
Efendi berharap keberadaan perpustakaan umum daerah ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga Pacitan. Bagi mereka yang jauh dari keterjangkauan, pihaknya tetap melakukan pelayanan memanfaatkan mobil khusus. Selain memprioritaskan desa-desa pelosok, wilayah sasaran perpustakaan keliling ini juga ditentukan melalui empat metode. Yakni kunjungan denga sasaran rutin, sasaran pengembangan atau baru, sasaran program Gardu Taskin serta sasaran tetentu semisal ada lomba dan lain sebagainya.(Riz)
| | |
|