Untitled Document
CARI BERITA |
 |
|
 |
ARSIP BERITA |
 |
September, 2010 Agustus, 2010 Juli, 2010 Juni, 2010 Mei, 2010 April, 2010 Maret, 2010 Februari, 2010 Januari, 2010 Desember, 2009 November, 2009 Oktober, 2009
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
|
Halaman Berita
[ 05/02/2010, 12:58 WIB ] Tingkatkan Pemahaman Masayarakat Tentang Kusta
 |
| Seolah menjadi fenomena gunung es, penderita penyakit kusta di Jawa Timur ternyata masih cukup tinggi. Hampir tiap tahun, ditemukan 5.000 sampai 6.000 penderita kusta baru. Ini merupakan angka cukup tinggi jika dibanding dengan jumlah Nasional sebanyak 17.000 penderita. Demikin ditegaskan Project Leader Netherland Leprosi Ralief (NLR), Priyo Santoso, saat berada di Pacitan, Kamis (4/2) | Dari 38 kabupaten/kota yang ada, 16 daerah diantaranya merupakan wilayah sebaran kusta. Berdasarkan pemetaan Dinas kesehatan, wilayah pantai utara menjadi daerah dengan tingkat prefalansi (angka kesakitan) tinggi di banding wilayah selatan. Namun demikian hal tersebut tetp harus diwaspadai.
Di Pacitan misalnya jumlah penderita terus naik pada tiga tahun terakhir. Tahun 2009, tercatat 27 orang. Satu tahun berikutnya, bertambah menjadi 33 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dari Kabupaten Trenggalek sebanyak 11 penderita.
Terkait penanganan, priyo Santoso menjelaskan, sebagian besar penderita bisa disembuhkan. Syaratnya, melalui pengobatan rutin Multi Drug Therapy (MDT) yang disediakan gratis di tiap puskesmas. Pasalnya, hingga sekarang belum ada imunisasi penyakit tersebut. Selain melalui pengobatan, pihaknya juga terus berupaya memberikan pemahaman yang benar tentang kusta kepada masyarakat. Diantaranya melalui petugas kesehatan di daerah dan pembentukan Desa Siaga. Kalaupun muncul kasus kecacatan permanen, hal itu disebabkan penderita terlambat mendapatkan perawatan.
Lebih lanjut Priyo mengungkapkan dari temuan penderita baru, 13 persen diantaranya masih anak-anak. Namun secara umum, penyakit kusta menyerang pada penderita-penderita di usia produktif. Dampaknya, multi aspek. Baik sosial maupun ekonomi. Khusus tahun ini, pemerintah Jatim telah mengalokasikan anggaran total sebanyak Rp 2 milyar. Dana tersebut merupakan dana sharing dengan NLR.(Riz) | | |
|