Untitled Document
CARI BERITA |
 |
|
 |
ARSIP BERITA |
 |
September, 2010 Agustus, 2010 Juli, 2010 Juni, 2010 Mei, 2010 April, 2010 Maret, 2010 Februari, 2010 Januari, 2010 Desember, 2009 November, 2009 Oktober, 2009
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
|
Halaman Berita
[ 08/02/2010, 08:50 WIB ] Hadapi Potensi Bencana, Pemkab Pacitan Budayakan Pola Kewaspadaan Dini
 |
| | Selain berkoordinasi dengan satuan kerja terkait, pemerintah daerah juga berupaya melibatkan masyarakat untuk bertindak pro aktif menghadapi ancaman bencana.
Wasi Prayitno, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Pacitan saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah mengirim surat resmi kepada seluruh kepala desa yang wilayahnya termasuk rawan bencana.
Surat tersebut, kata Wasi berisi imbauan agar lembaga terkait di tingkat bawah segera melakukan sosialisasi kepada warga yang tinggal di daerah rawan bencana. Upaya ini dimaksudkan, agar mereka lebih siap menyelamatkan diri jika terjadi gejala alam yang berpotensi menimbulkan bencana.
Lebih lanjut Wasi menuturkan, sejauh ini fokus perhatian adalah daerah dengan kemiringan tinggi serta kawasan pemukiman yang berada di tepi aliran sungai. Curah hujan tinggi kibat perubahan cuaca secara ekstrim dapat menyebabkan tebing di daerah pegunungan longsor. Sementara luapan air Sungai Grindulu yang merupakan sungai terbesar di Pacitan berdampak banjir pada sebagian wilayah dataran rendah, seperti kecamatan Pacitan, Arjosari dan Kebonagung.
Selain kecamatan kota, wilayah lain yang hampir tiap tahun menjadi kantong banjir adalah Kecamatan Ngadirojo. Ini karena aliran sungai tidak mampu menampun tingginya debet air hujan. Akibatnya, air meluap hingga ke pemukiman bahkan tak jarang merusak ratusan hektar tanaman pertanian.
Sementara 4 kecamatan lain termasuk klasifikasi rawan longsor. Yakni Kecamatan Nawangan, Bandar, Tegalombo dan Tulakan. Selain sebagian besar daerahnya berupa pegunungan, struktur tanah di daerah tersebut reltif labil dan mudah bergerak jika terkena air.
| | |
|