::: Pacitan News Online :::
 
 
 
  Wed, 16 April 2014
 
 

Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

April, 2014

Maret, 2014

Februari, 2014

Januari, 2014

Desember, 2013

November, 2013

Oktober, 2013

September, 2013

Agustus, 2013

Juli, 2013

Juni, 2013

Mei, 2013


Disponsori oleh :




Halaman Berita





[ 16/10/2012, 14:50 WIB ]
Antisipasi Imigran Gelap, Pemkab Pacitan Wacanakan Pendirian Kantor Imigrasi


 
Semakin dikenalnya kabupaten Pacitan sebagai daerah tujuan wisata, menjadikan kota Seribu Satu Goa ini banyak dikunjungi orang asing. Bahkan tidak hanya itu, kawasan Pacitan yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia, menjadi salah satu titik pilihan para imigran gelap
Seperti ditegaskan Kepala Kantor Imigrasi kelas II Madiun Hermansyah Siregar Selasa (16/10) saat sosialisasi UU nomor 6 tahun 2011 dan Rapat Koordinasi Tim Pengawas Orang Asing di Pacitan,  selama kurun waktu 2010 hinga 2012 sedikitnya telah terjadi 4 kali upaya penyelundupan imigran gelap asal negara timur tengah. Dari empat kali upaya ilegal tersebut, tiga diantaranya digagalkan di Pacitan sedangkan satu lagi ditangkap di kabupaten Ponorogo saat menuju Pacitan.

Mempertimbangkan fakta tersebut, Hermansyah Siregar memandang perlu adanya koordinasi yang intensif antar lintas sektoral. Salah satunya dengan  mengaktifkan Tim Pengawas Orang Asing (Pora). Dengan upaya tersebut, setiap kehadiran dan kegiatan orang asing disuatu wilayah dapat diketahui. Bahkan jika dirasakan perlu, pemkab dapat mengusulkan kepada Kementerian Hukum dan HAM untuk didirikan kantor imigrasi.

Menurut Bupati Pacitan Indartato, kehadiran orang asing tentu tidak semuanya ditanggapi negatif.Namun, ada sisi lain yang  menguntungkan. Terutama, berkaitan dengan sektor pariwisata. Hanya saja, upaya preventif juga harus dikedepankan agar tindakan ilegal terkait keberadaan orang asing dapat dicegah. Terkait kebutuhan kantor imigrasi di Kabupaten Pacitan, bupati memandang perlu.Hal itu didasari atas kondisi terkini dilapangan serta adanya potensi kerawanan.

Meski kewaspadaan terhadap keberadaan orang asing perlu, namun tandas bupati, kewenangan tim Pora di daerah hanya sebatas mengetahui dan mendata. Tindakan lebih jauh menjadi tugas dan wewenang pihak imigrasi. Acara sosialisasi undang-undang keimigrasian di Pacitan diikuti oleh sejumlah instansi terkait serta unsur Muspida dan Muspika. Hadir juga kepala wilayah pesisir serta tokoh masyarakat yang tergabung dalam kelompok pengawas masyarakat (Pokwasmas).(riz)

 
 
 
Powered by PDE Pacitan © 2008, untuk pacitankab.go.id
Berita adalah properti kontributor, kami tidak bertanggung jawab atas isi berita yang ada dalam situs ini.
Situs ini kan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 X 768 dan di Browser IE 5+